doingword.com

27 Aktor atau 27..

November 3rd, 2008

film19511.jpgPemirsa Blog yg Budiman..

Kemarin minggu siang, saya dan Pindut berencana cari suasana yg adem di tengah keadaan kota Jakarta yg puanasss.. Akhirnya setelah browsing2, terutama browsing situs21, diputuskan nonton. Dan pilihan jatuh ke film Cinta Setaman. Film karya Harry Dagoe, sutradara yg hanya menjadi aktor di film yg disutradarainya. Film yg menghadirkan 27 aktor dan aktris terkenal.

Di jakarta, film ini hanya hadir di 5 bioskop, karena ternyata film ini film yg sudah cukup lama beredar, dan hampir selesai masa tayangnya. Di Slipi Jaya pun film ini hanya kebagian 2 jam tayang di salah satu studio. Beda banget dengan film2 lain yg dapat jatah satu studio, full seharian. Dan saat itu penontonnya pun tinggal sedikit. Hmm mungkin karena film ini sudah hampir habis masa tayangnya.

Tapi ternyata mungkin sebabnya bukan itu. Hehehe

Film ini di sutradarai oleh Harry Dagoe, sutradara idealis yg cukup berbakat. Filmnya Pachinko And Everyone Happy (2001) cukup mendapat sambutan masyarakat internasional. Film ini digadang2 bakalan booming karena diperankan oleh 27 aktor dan aktris ternama semacam Nicholas Saputra, Surya Saputra, Marsha Timothy, Atiqah Hasiholan, Lukman Sardi, Davina, Jajang C Noer, Slamet Rahardjo, Ria Irawan, Harry Dagoe Suharyadi, Djenar Maesa Ayu, Alex Abbad, Rudy wowor, Julia Perez, Indy Barend, Dennis Adiswara, Joko Anwar, Yan Wijaya dll. Film ini menceritakan 8 kisah cinta, kisah cinta yg tidak selalu manis, tapi realistis. Sangat realistis. Pemirsa, ijinkan saya menceritakan sedikit kisahnya, bukan bermaksut jadi spoiler..Jadi bagi anda yg tidak ingin tau ceritanya sebelum nonton, jangan lanjutkan membaca..

Kado Istimewa
Kisah anak kecil (Ibrahim Leon), yg kerja banting tulang serabutan tiap hari demi membeli sebotol besar Air Mineral, dan sebuah sepatu roda. Termasuk membantu Mpok Sundari (Julia Perez) angkut2 dagangan dari bis ke kontrakannya. Muncul juga Indy Barends sebagai Cameo yg gak jelas maksutnya ngapain. Di akhir kisah si anak jatuh cinta kepada cwe yg sering senam poco-poco di daerah situ bersama warga, menggunakan tank top yg bikin mata agak seger. Cwe ini nanti diketahui sebagai Ratih (Nadia Vela)
Kesimpulan:
Kisah ini disponsori oleh Aqua. Julia Perez ternyata jelek banget klo gak pake make-up, mirip cowok!

Stirbucks Mentok
Kisah kakak beradik pedangan DVD bajakan (Nicholas Saputra dan Dennis Adiswara) di Mall. Mereka berantem karena si adik kecanduan minum kopi di Stirbucks (anda pasti tau ini plesetan untuk kopi apa..), sementara sang kakak gak terima klo duitnya abis 25rb untuk segelas kopi. Muncul Joko Anwar sebagai dirinya sendiri. Sutradara sombong yg nyuekin Atiqah Hasiholan sebagai penggemar. Tapi kemudian Joko dicuekin oleh Nico saat mau beli DVD karena Nico gak suka kelakuan sombong seorang sutradara kacangan. Vicky Burki muncul sebagai cameo, memperagakan adegan senam menggoda syahwat.
Kesimpulan:
Adegan ini disponsori oleh kopi ABC. Nico klo misuh2 ternyata sangar juga. Sepertinya Vicky Burki harus lebih sering diberi porsi untuk tampil di tv sebagai instruktur senam lagi..

1002.jpgSeks, Cinta & Pendidikan Moral Pancasila
Ratih (Nadia Vela), seorang anak SMP jatuh cinta kepada guru PMP nya (Lukman Sardi, aktor yg muncul di semua film Indonesia. Hehehe.. Angkat gelas untuknya!). Ratih adalah anak seorang pelacur (Djenar Maesa Ayu) yg tiap hari selalu ber-uh-oh di kamarnya, sementara Ratih juga tiap hari mendengarnya dari luar kamar. Suatu hari Ratih mengintip apa yg dilakukan ibunya waktu pulang bersama pria bule. Kemudian cara ibunya menggoda pria bule itu dipraktekkan untuk menggoda gurunya. Muncul Richard Oh sebagai cameo, yaitu sebagai salah satu pelanggan si pelacur.
Kesimpulan:
Djenar Maesa Ayu mantapp! Bikin gak bisa tidur.. Hehehe, Dan Nadia Vella memang cantik bener..

Moshi Moshi
Kisah seorang bujang lapuk gak laku di Jepang bernama Suzuki. Akhirnya si Jepang ikutan love match di internet. tapi kemudian dia dihubungi oleh gadis pemandu karaoke dari Jakarta yg pernah di kenalnya, mengajaknya menikah (karena butuh duit). Di akhir cerita, setelah memutuskan resign dari kantor dan menjual apartmentnya untuk pindah ke Indonesia, ternyata Sukaesih gak bisa dihubungi lagi. Si gadis diperankan oleh Atiqah Hasiholan. Muncul Sigi Wimala sebagai gadis di Internet, lagi2 sebagai cameo saja.
Kesimpulan:
Akting Atiqah Hasiholan yg perek banget, mantap!

Yang Terindah
Sutradara miskin (Surya Saputra), beranak 4 anak, dan seorang istri bawel (Davina), disuruh menggarap konsep acara tv yg bagus. Tapi karena gak becus kerja dan idenya jelek banget, si Sutradara dipecat. Saat pulang sambil naik vespa, dia melamun, dan akhirnya konsentrasinya mengendara benar2 buyar karena melihat Sukaesih (Atiqah Hasiholan, kisah sebelumnya) yg cantik. Akibatnya, kecelakaan. Setelah di rumah sakit, yg pertama dilihatnya adalah istrinya yg lega karena dia masih hidup, tapi itu hanya sebentar, 5 detik kemudian si istri kembali ngomel2. Karena shock, si sutradara akhirnya menutup mata untuk selama2nya.
Kesimpulan:
Siapa yg bikin animasi motor dan Surya Saputra terbang tepelanting di jalanan ya?

Wa’alaikumsalam
Adegan paling mencengangkan, Marsha Timothy berjilbab! Wow cantik sekali! Berperan sebagai guru TK yg sabar dan solehah. Cobaan datang silih berganti tapi dia tetap tersenyum, mulai dari kehilangan uang dinnar, mendapat komplain dari orang tua murid, sampai dari Mpok Sundari (Julia Perez) sebagai pengontrak rumah. Dan akhirnya datang Slamet Rahardjo sebagai suami yg minta ijin menikah dengan perempuan muda, Sukaesih (Atiqah Hasiholan).
Kesimpulan:
Akting Marsha Timothy waktu mengijinkan suami menikah lagi top banget. Sangat mempu menghadirkan expresi sedih, walopun tanpa air mata sedikit pun, dan tetap tersenyum.

Arwana
Tampil Dalton Tanonaka sebagai cameo di awal scene. Sebagai ekspat Jepang yg akan kembali ke tanah air dan meninggalkan kenang2an Ikan Arwana seharga 9 juta kepada supirnya, yg diperankan Harry Dagoe sendiri. Kabarnya, peran ini seharusnya diperankan oleh Tio Pakuso Dewo. Tapi entah kenapa Tio kabur, dan digantikan oleh Harry. Istri si sopir diperankan oleh Ria Irawan. Perdebatan panjang antara spir yg ingin memelihara ikan pemberian bosnya, dan istri yg ingin menjual ikannya untuk membeli tv, berakhir dengan kematian ikan itu akibat salah makan.
Kesimpulan:
Sebenarnya dialog melayunya berhasil, sayang alurnya terlalu lama dan membosankan.

Pisang Ambon Teman Rio
Rio (Alex Abad), seorang duda cerai ingin membantu ibunya (Jajang C Noer) naik haji. Tapi setelah tau bahwa anaknya dapat uang dari pekerjaannya sebagai perek gay, semangatnya luluh lantak, walaupun si marketing penyelenggara Haji (Sita RSD) sudah mendesaknya segera mendaftar.
Kesimpulan:
Jajang C Noer memang paling megah aktingnya, sayang lagi2 alurnya lambat.

Scene terakhir
Di scene ini Harry Dagoe mencoba menyatukan semua cerita tadi dalam satu setting tempat dan waktu, sayang kurang berhasil. Ada beberapa adegan yg diluar setting tempat dan waktu. Si anak kecil yg bercita2 membeli sepatu roda akhirnya membeli boneka sebagai hadiah untuk gadis pujaannya walaupun uangnya sudah cukup. Penjual DVD bajakan yg tergila2 oleh kopi Stirbucks dipecat oleh kakaknya sendiri, tapi masih mengikuti kemanapun kakaknya pergi, walopun sudah diusir2. Ratih dan guru PMP nya gak jelas ngapain, berdua bengong di pinggir jalan, gak tau apakah mereka sudah ‘melakukannya’ atau belum. Si jepang Suzuki bengong sendirian, tapi masih di Jepang. Hantu sutradara miskin berlompat2 kegirangan karena terbebas dari istri yg bawel. Guru TK sebagai istri tua akrab berbelanja jilbab bersama dengan istri muda suaminya. Sopir dan istrinya yg gak tega makan ikan arwana 9 juta yg sudah dimasaknya, dan akhirnya diberikan untuk kucingnya. Dan marketing haji yg masih tak kenal lelah merayu si ibu untuk segera mendaftar haji. Dan ada satu scene tambahan, seorang tukang obat yg menjual obatnya sambil bersumpah serapah tentang kebobrokan yg terjadi di negara ini. Diperankan oleh Joni Iskandar! Ya, Joni Iskandar, sang pengemis cinta itu ternyata masih eksis! Hahaha

Akhir kata, sebenarnya ide ceritanya bagus. Tapi sayang, dalam penyajiannya, Harry Dagoe terlalu idealis. Terlalu banyak hal2 yg mungkin kurang dimengerti oleh mereka yg kurang peka dengan karya seni berbentuk film. Alur terlalu lambat, dan jadi membosankan. saking bosannya, sampai2 saat scene Arwana, penonton tinggal setengah! Suara dan Gambar yg kurang bagus (kebanting sama Laskar Pelangi), dan efek yg kurang rapih. Selain adegan tabrakan yg berubah jadi film animasi, banyak sekali adegan yg kelihatan banget bahwa orang dan latar belakangnya hanya tempelan. Tidak berada pada satu waktu dan tempat yg sama. Penampilan Joni Iskandar yg benar2 gak perlu. Dan gembar gembor 27 aktor yg ternyata lebih tepat klo dibilang 27 cameo..

Entry Filed under: Movie, Ordinary Days

14 Comments

Add your own

  • 1. firmawan  |  November 3rd, 2008 at 11:58 am

    minta scene pertamax dong…

  • 2. ryan  |  November 3rd, 2008 at 2:00 pm

    keduax!

  • 3. uzan  |  November 4th, 2008 at 10:49 am

    ketigax… !!

  • 4. kay  |  November 4th, 2008 at 2:50 pm

    kesimpulannya ni pilm bagus apa ndak menurutmu (^.^’)?

  • 5. ryan  |  November 4th, 2008 at 2:51 pm

    sebenernya idenya bagus…
    penyajiannya gak bagus..

  • 6. kiem  |  November 5th, 2008 at 4:57 pm

    ke enamx susah ngomongnya (–!) *OOT*

  • 7. nz  |  November 7th, 2008 at 2:20 pm

    ngasi review kya ‘LOVE’ yaa, yan ?

    ide bagus, tp penyajian kurang bagus ?
    hmmm which part of this movie that worthy to watch ???

  • 8. ryan  |  November 7th, 2008 at 2:32 pm

    kan dah tak tulis tu di paragrap terakhir…

  • 9. irma  |  November 27th, 2008 at 11:08 am

    kok bs nyimpuliiin y, gw di dlm bioskop nyaress bo2… manakala kuliat org2 1 per atu pd plg…
    thanks’ skg gw rada ngeh mksd pelem nthu’

  • 10. awin  |  March 28th, 2009 at 7:49 pm

    nadya vella cantik bgt. di cerita ke tiga aktingnya bagus bener…

  • 11. cancan  |  March 28th, 2009 at 7:50 pm

    nadya vella love u..kamu bener2 cantik bgt. aku tunggu film kamu yg selanjutnya, Dikejar Setan

  • 12. hastuti  |  March 31st, 2009 at 2:56 am

    Wuaduh mas mas ini nulis kok nggak ngasih jati diri.. Jd curiga …
    Sebab mondar mandir kerja liwat kalibata film ini sebulan ndak di copot. Penasaran aku nonton.. Wuah menurutku inilah film indonesia yg sangat indoneisa. Juga cerdas. Tak heran jadi film pembuka di berlin dan kbr terbaru masuk final kompetisi di singapore.. . Hemat sy atas tulisan bpk di atasn rasanya anda perlu belajar byk gmn membaca film. Jika anda nggk dung jgn buru2 salahkan filmnya, tp tanyakan diri sendiri, jgn-jgn karena kebanyakan nonton film2 sampah macam ayat2 cinta.. . Maaf lo.. Tp jgn2 mmng spt itu. Slamat belajar film

  • 13. ryan  |  March 31st, 2009 at 8:51 am

    hoahmmm….. *ngantuk*

  • 14. fafan  |  April 26th, 2009 at 7:35 pm

    nonton juga tah,

    aku malah ga inget critanya, ni pilem mengingatkanku pada Pasir Berbisik, yang mana aku berasa setengah sadar antara lelap dan tidak, meyakinkan yang aku liat ilusi atau bukan, dan akhirnya ku sadari kalo aku mmg sedang nonton ketika smuanya sudah berakhir :)


Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed

I Love Silly Quotes


“Tolong mereka menyiapkan tempat umum yang ilmiah seperti kampus, diliput media, dan hadir secara nyata. Saya tidak melayani diskusi maya.”

by Hi Roy!!™

Search


Be My Friend!

 
Ryan Aniestyo's Facebook Profile

Banners

United Indonesia

VoIP Official Website!

Indonesia Bergerak!

Jangan Asal Copy Paste!



Jangan Kutip Roy Suryo

Feed My Fish


Visit Jogja!


flight schedule