Negara Yang Aneh (part.2)
October 30th, 2008
Pemirsa Blog yg Budiman..
Setelah postingan kemaren tentang keanehan negara ini, dalam hal perusahaan/instansi pemerintah/negara, saya juga menemukan kenehan lain, tapi kali ini dari sisi masyarakat umum.
Pindut yg sekarang sudah terjerembab ke dalam dunia pengangguran, sekarang disibukkan dengan aktivitas cari kerja. Join milis ini itu, daftar di situs2 lowongan kerja, beli Kompas Sabtu-Minggu hanya untuk membaca Klasika, dan rajin2 menggosip demi mendengar cipratan berita lowongan dari handai taulan. Saya juga tak ketinggalan ikutan sibuk buka2 koran dan milis supaya ada hot news untuk Pindut. Dan dari sana saya melihat beberapa keanehan lagi..
Lowongan yg tidak menyertakan nama perusahaan
Saya benar2 tidak mengerti apa maksud orang yg membuka lowongan pekerjaan, tanpa menyebutkan nama perusahaan dengan jelas. Bahkan dibela2in menggunakan alamat PO.BOX agar alamat kantornya tidak ketahuan orang.
- Yg pertama, dari pengamatan saya, para lulusan universitas ternama, baik dalam atau luar negeri, maupun universitas negeri atau swasta, yg merupakan orang2 pintar (yg bahkan diperbutkan banyak perusahaan) sangat malas menaggapi lowongan tidak jelas seperti itu. Bukankah kesempatan perusahaan itu untuk menggaet lulusan berkualitas jadi tertutup?
- Yg kedua, iklan di media massa skala nasional, ikut mendongkrak kredibilitas perusahaan. Gengsi perusahaan dipertaruhkan kalau iklannya di koran terlihat ceng-ceng-po. Seperti kejadian beberapa waktu lalu, saat iklan rekrutmen di perusahaan tempat saya bekerja sekarang kalah besar ukurannya dengan iklan perusahaan tetangga, orang2 sempat mencibir bagianyg ditugaskan sebagai pemasang iklan itu, bahkan sampai merasa malu hanya karena ukuran iklannya kalah besar ukurannya! Kebanyakan orang2 yg menanggapi lowongan seperti itu menurut saya justru mereka yg hampir putus asa mencari pekerjaan. Jadi, bekerja di perusahaan tidak jelas pun tidak apa2. Klo ternyata perusahaan itu perusahaan bonafit, itu hanya keberuntungan semata. Jadi apa yg perusahaan2 itu cari? Orang yg putus asa? Atau orang yg beruntung?
Tidak menyebutkan gaji dan lokasi kerja
Kebanyakan lowongan tidak pernah menyebutkan, bila sudah diterima nanti pegawai akan menerima gaji berapa, ditempatkan di kota mana, dsb. Bukankah itu riskan? Bisa jadi mereka yg sudah sampai tahap akhir seleksi akan mundur teratur begitu tau gaji ygakan diterima tidak sesuai harapan. Atau mundur begitu mengetahui bahwa dirinya akan ditempatkan disebuah daerah yg terpencil. Kalau sampai terjadi tentu saja ada kerugian biaya yg telah dikeluarkan perusahaan itu. “Sudah mahal2 mengadakan rekrutmen, yg diterima justru kabur.” Atau “Sayang banget kandidat A mundur, kalo tahu begini, saya kemarin menerima kandidat B saja..”Setelah diterima, tidak membuat pegawai merasa nyaman
Klo yg ini, mungkin bisa disebut barisan sakit hati. Setelah diterima, pegawai ditempatkan di tempat2 yg merupakan mimpi buruk bagi pegawai. Yg dirasakan pegawai tentu saja perasaan tidak nyaman, tidak betah, dsb. Banyak sekali kasus seperti ini di kalangan kawan-kawan saya. Mengapa perusahaan tidak menempatkan pegawai di tempat yg membuat dia merasa nyaman bekerja? Di tempat yg memang diharapkan oleh pegawai. Sehingga pegawai akan merasa senang, nyaman, betah. Apakah hal2 psikologis seperti itu tidak mendongkrak hasil kerja pegawai?
Kiranya cukup itu saja pemirsa. Kalau ada keanehan2 lain tentang dunia kerja, bisa dishare bersama kami disini..
Entry Filed under: Ordinary Days






Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed