Pemirsa blog yg budiman..
Waktu liburan di Jogja kemaren, saya pagi2 sekitar pukul 10.30an iseng2 buka detik.com dan menemukan berita mengejutkan, artis kawakan dan politisi handal Sophan Sophiaan meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas.
Saya cukup kaget, karena selain kejadiannya baru saja, di televisi juga belum muncul berita apa2. Tapi setelah membaca dengan seksama, baru jelas, bahwa Sophan Sophiaan meninggal karena kecelakaan saat konvoi Harley Davidson dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Saya yg tadinya ikut berduka karena kepergian alm.Sophan, mendadak jadi biasa2 saja begitu tau dia meninggal diatas motor Harley dan dalam konvoi pula. Saya yg awalnya mendoakan beliau diterima di sisi Nya, sekarang jadi berkomentar.. “Go To Hell..”. Mengapa saya tidak jadi berduka menanggapi kematian beliau?
Harley Davidson adalah simbol aroganisme! Mengapa?
- Hanya orang2 kaya yg mampu beli Harley, maksut saya : Super Kaya! Penting kah memamerkan kekayaan seperti itu ditengah kondisi bangsa yg seperti ini? Harga dasar yg sudah mahal (katanya sekitar Rp60juta - Rp300juta an), modifikasi, dan konsumsi BBM yang jelas besar, semakin menunjukkan motif pamer kekayaan ini.
- Para penunggang Harley selalu menggeber motornya dengan kecepatan lebih cepat dibanding kendaraan lain dengan alasan mesin akan cepat panas dengan kecepatan rendah. Dan kabarnya berhenti dengan mesin menyala lebih dari 15 menit aja bikin overheating. Mendingan beli angkot aja, bisa berjam2 terjebak macet di Jakarta tanpa overheating. Dan klo memang bener begitu, bawa aja tuh motor ke sirkuit sentul pake pick up, trus geber sepuasnya disana! Puas?!
- Suara yg dihasilkan diatas rata2 kendaraan pada umumnya. Mungkin mereka pikir telinga orang bisa dilepas sementara?
- Kendaraan roda dua yg minta dianggap roda empat. Nembus jalan tol, minta jatah parkir di Plaza Indonesia (FYI: di sana gak disediain parkir motor), adalah salah satu contohnya.
- Orang pada ribut BBM habis, harga BBM naik, krisis energi global, ini malah konvoi gak jelas menghabiskan BBM. Alasannya cuma untuk memperingati kebangkitan nasional. Saya tidak melihat ada hubungannya selain mereka pake simbol2 merah putih waktu konvoi. Mana waktu isi BBM, mereka selalu booking SPBU, kendaraan lain gak boleh. Dikira yg perlu bensin mereka sendiri apa ya?
- ..cari sendiri alasan lain pemirsa, pasti ketemu deh..
Tapi apa boleh buat.. Toh penggemar Harley juga banyak yg dari para petinggi Polri.. Mau apa lagi?
Selain Harley, saya juga benci dengan klub-klub motor dan otomotif, apapun bentuknya. Saya pernah beberapa kali hampir berantem sama salah satu peserta konvoi Honda Tiger gara2 mereka ugal2an di jalan di Jogja. Paling benci klo yg ugal2an ternyata anak masih bau kencur (baca: SMA). Apa yg bisa mereka banggakan sih? Motor hasil dibelikan orang tua yg bisa dipake ugal2an di jalan?
