<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digital Boedaja</title>
	<atom:link href="http://ryananiestyo.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ryananiestyo.com</link>
	<description>Like sands through the hourglass. So are the Days of Our Lives</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2015 04:35:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.1.41</generator>
	<item>
		<title>My TOP 10 Indonesia Album</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=312</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=312#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2015 11:26:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa blog yg budiman.. Sudah sejak tahun 30an musisi Indonesia menciptakan berbagai macam lagu dan melahirkan ((lahirrr&#8230;.)) album2 terbaik di tanah air. Album yg fenomenal, monumental, megah, dahsyat. Sekarang gw sendiri sebagai penikmat musik sejak awal tahun 90an, pemerhati musik dan juga sebagai musisi gagal, berusaha merangkum 10 album terbaik yg pernah dilahirkan musisi2 tanah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Top10.jpg"><img class="alignnone wp-image-330 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Top10-300x209.jpg" alt="Top10" width="300" height="209" /></a></p>
<p>Pemirsa blog yg budiman..</p>
<p>Sudah sejak tahun 30an musisi Indonesia menciptakan berbagai macam lagu dan melahirkan ((lahirrr&#8230;.)) album2 terbaik di tanah air. Album yg fenomenal, monumental, megah, dahsyat. Sekarang gw sendiri sebagai penikmat musik sejak awal tahun 90an, pemerhati musik dan juga sebagai musisi gagal, berusaha merangkum 10 album terbaik yg pernah dilahirkan musisi2 tanah air. Tantu saja sangat subjektif dan dangkal, karena toh gw belum lahir saat Benyamin S melahirkan album Si Djampang, atau ketika Guruh Gipsy meledak, atau ketika album To The So Called Guilty nya Koes Plus dirilis. Daftar ini dalam sudut pandang album. Masih banyak lagu lain yg lebih bagus, tapi hanya sedikit lagu yang bagus dalam satu albumnya. Nah pemirsa blog yang budiman, silakan nikmati review gw..</p>
<p><span id="more-312"></span></p>
<p><strong>10. Ratu &#8211; Bersama</strong></p>
<p><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/01/Album10.jpg"><img class="alignleft wp-image-315 size-thumbnail" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/01/Album10-150x150.jpg" alt="Album10" width="150" height="150" /></a>Gebrakan baru lahir tahun 2003. Maia Ahmad, istri Dhani Ahmad pentolan Dewa, membentuk duo Ratu dan mengeluarkan album pertama mereka dengan title Bersama. Konsep duo wanita pertama di Indonesia mungkin? Dengan konsep satu penyanyi dan satu musisi pengiring sekaligus backing vokal, Ratu mampu menghadirkan musik yg hidup dan bernyawa. Sama sekali gak terlihat bahwa ini adalah album pertama dari sebuah band. Vokal Pinkan yg nakal dan unik serta gaya pakaian duo ini yg centil2 aneh, menambah daya pikat lagu2 seperti Jangan Bilang Siapa Siapa, Aku Baik-baik Saja, Salahkah Aku Mencintaimu, Nina Bobo, Turn Me On, dan nomor instrumental, Bersama, yg sangat hidup.</p>
<p><strong>9. Sheila on 7 &#8211; Sheila on 7</strong></p>
<p><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album9.jpg"><img class="alignleft wp-image-318 size-thumbnail" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album9-150x150.jpg" alt="Album9" width="150" height="150" /></a>Sekitar tahun 1997 radio-radio di kota Jogja gempar memutar lagu Kita milik band bernama Sheila, band yg sudah cukup malang melintang di panggung2 di kota Jogja itu. Karena gw jatuh cinta dengan lagu itu, gw segera mencari lagu2 lain milik Sheila dari kawan gw yg penyiar radio, jadilah dia membajakkan lagu2 Sheila untuk gw. Didalam album itu terdapat juga lagu Dan yg menghipnotis. Dan secara mengejutkan tahun 1999 mereka Go National dibawah label Sony, dengan hits andalan Kita, dan Dan. Lagu2 yg bersemangat, membius, dan meledak tentu saja, hadir dari album perdana mereka hingga laris menembus 1 juta kopi. Berai, JAP, Anugerah Terindah, dll. Dan yg mengejutkan tentu saja ada nya embel2 “on 7″ di belakang nama band mereka.</p>
<p><strong>8. God Bless &#8211; Semut Hitam</strong></p>
<p><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album8.png"><img class="alignleft wp-image-319 size-thumbnail" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album8-150x150.png" alt="Album8" width="150" height="150" /></a>Berbeda dengan album Cermin yg masih kaku dan terkesan hati2 dengan selera pasar, album Semut Hitam ini terasa lebih jujur. Karena album ini keluar karena kerinduan masing2 personel satu sama lain setelah vakum 8tahun? Mungkin saja. Tapi yg jelas, gw yg waktu itu masih berumur sekitar 6 tahun pun sudah terbius ketika pertama kali mendengarkan lagu Kehidupan! Masih teringat jelas diumur yg masih seumur jagung itu sudah berteriak2 gak jelas meniru nyanyian Ahmad Albar. Bahkan Umi gw ikut terusik hatinya untuk menghadiahkan gw album ini walopun berupa kaset bajakan di pasar. Bahkan dengan lugunya beliau bertanya pada si penjual, “Mas ada kaset Susu Anakku??” karena gak tau judul lagunya.. (Salah satu kata2 dalam lagu Kehidupan memuat frase ‘Susu Anakku’)</p>
<p><strong>7. Funky Kopral &#8211; Funchopat</strong></p>
<p><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album7.jpg"><img class="alignleft wp-image-320 size-thumbnail" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album7-150x150.jpg" alt="Album7" width="150" height="150" /></a>5 Orang anak muda cerdas memainkan musik Funk ala Red Hot Chili Pepper. Hasilnya? Dahsyat! Musik yg bisa dibilang asing di Indonesia ini sanggup dibawakan dengan nyaris sempurna. Bahkan dulu gw dan kawan2 sempat terbius sampai men-cover lagu mereka, walopun untuk mendekati kualitas mereka masih sangat sulit. Dikomandani cabikan bass Bondan Prakoso yg mantan penyanyi cilik itu, Onci (sekarang gitaris Ungu), Angga, Kristo, dan Robi benar2 mengobrak abrik tatanan musik yg sudah mapan di Indonesia dengan Funk cara mereka.</p>
<p><strong>6. Shaggy Dog &#8211; Shaggy Dog</strong></p>
<p><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album6.jpg"><img class="alignleft wp-image-322 size-thumbnail" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album6-150x150.jpg" alt="Album6" width="150" height="150" /></a>Tipe-X boleh dianggap band yg paling tepat dalam timmingnya meluncurkan album Ska. Disaat puncak demam ska di tanah air sangat menggila, mereka sukses melempar album tanpa ada lawan. Tapi untuk gw sebagai orang Jogja, Shaggy Dog tetap nomor satu. Shaggy Dog boleh dibilang tidak mengenal goyang pogo yg kesannya rada brutal, mereka lebih suka menggunakan istilah ‘berdansa’ untuk menikmati musik mereka. Album pertama mereka yg diedarkan secara indie bahkan mampu membuat mereka ‘Go National’. Kecoak, Bis Kota, PUT, Moonshine, Ruddy’s Story, dan lain sebagainya mampu membius ribuan para maniak ska di kota Jogja. Tidak ada pentas tanpa musik ska pada kurun waktu 1998-2001 di kota Jogja, dan tidak ada musik ska tanpa kehadiran Shaggy Dog.</p>
<p><strong>5. Dewa 19 &#8211; Pandawa Lima</strong></p>
<p><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/ALbum5.jpg"><img class="alignleft wp-image-324 size-thumbnail" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/ALbum5-150x150.jpg" alt="ALbum5" width="150" height="150" /></a>Album terakhir dari Dewa 19 formasi Ari Lasso dan Erwin. Digeber dengan lagu aneh tapi dahsyat sebagai single pertama, Kirana, Dewa 19 langsung membuat ribuan penikmat musik menaruh perhatian lebih pada album ini. Satu Sisi, Aspirasi Putih, Bunga, Sebelum Kau terlelap, juga kamulah Satu-Satunya yg menjadi lagu pembuka di banyak konser dewa karena daya magisnya yg ‘mengangkat’ masa. Sayang sekali pasca album ini Dewa mengalami perpecahan hebat yg mengakibatkan personel yg tersisa tinggal Dhani dan Andra. Sempat berkali2 bongkar pasang formasi. Bahkan sempat membuat Bimo, dedengkot Netral, cabut dari Netral untuk masuk dalam formasi Dewa terbaru walaupun tidak bertahan lama.</p>
<p><strong>4. Slank &#8211; Minoritas</strong></p>
<p><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album4.jpg"><img class="alignleft wp-image-325 size-thumbnail" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album4-150x150.jpg" alt="Album4" width="150" height="150" /></a>Album terakhir untuk formasi Slank yg lama. Terdiri dari Kaka, Bim Bim, Pay, Bonky, Indra. Formasi yg paling gw rasa paling pas untuk menggambarkan Slank itu sendiri. Digeber diawal album dengan Tut Wuri Handayani, disambung Bang Bang Tut yg Rock N Roll abis, lagu2 seperti Pak Tani, Gemerlap Kota, Suku Benalu, dll layak membuat album ini dikenang para Slankers sebagai album paling Rock N Roll Slank yg terakhir. Maaf untuk formasi Slank sekarang, walopun blom bisa menandingi formasi lama, tapi paling tidak udah lebih baik dari pada formasi ‘darurat’ di album Lagi Sedih.</p>
<p><strong>3. Dewa 19 &#8211; Terbaik Terbaik</strong></p>
<p><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album3.jpg"><img class="alignleft wp-image-326 size-thumbnail" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album3-150x150.jpg" alt="Album3" width="150" height="150" /></a>Tak disangkal lagi, bagi Dewa 19, sangat sulit untuk mengulang kehebatan karya di album Terbaik-Terbaik ini. Apalagi di formasi terbaru, semakin sulit tampaknya. Album ini bisa dibilang maha karya dari Dewa 19. Lagu seperti Restoe Boemi, Cukup Siti Nurbaya, Satu Hati, Terbaik Terbaik, Hanya Satu, manusia Biasa, Hitam Putih, Jalan Kita Masih Panjang, Jangan Pernah Mencoba, dan ballads Cinta Kan Membawamu Kembali benar2 membuat satu album ini memiliki daya magis yg luar biasa pemirsa. Dhani dengan gagah berani menjadi produser album ini dan mematri musik yg Dewa Banget di album ini. Mungkin efek dari heroin dan ganja yg dikonsumsi seluruh personel Dewa (kecuali Andra) saat penggarapan album ini? Who knows..</p>
<p><strong>2. KLa Project &#8211; KLakustik<br />
</strong></p>
<p><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album2.jpg"><img class="alignleft wp-image-327 size-thumbnail" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album2-150x150.jpg" alt="Album2" width="150" height="150" /></a>Gedung Kesenian Jakarta 11 Maret 1966, KLa Project membuat gebrakan di puncak masa jayanya dengan membuat album rekaman live pertama di Indonesia. Klakustik yg merupakan pentas konser tunggal mereka versi akustik membius penonton disana. Bahkan hipnotis mereka terus berlanjut dalam versi album pementasan ini. gw yg tidak hadir disana serasa ikut terbuai kemegahannya. Gerimis, Terpurukku Disini, salamku Sahabat, dan yg paling membuat merinding adalah saat lagu Yogyakarta dimainkan.. Salut buat Katon Bagaskara, Adi Adrian, dan Lilo. gwng setelah album ini Kla mulai menunjukkan penurunan yg ditandai dengan mulai amblesnya penjualan album mereka. Terakhir, Lilo memutuskan cabut dari band, menyebabkan band ini kehilangan nyawanya..</p>
<p><strong>1. Various Artists &#8211; OST Badai Pasti Berlalu</strong></p>
<p><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album1.jpg"><img class="alignleft wp-image-328 size-thumbnail" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2015/02/Album1-150x150.jpg" alt="Album1" width="150" height="150" /></a>Tak diragukan lagi pemirsa, album ini adalah album Indonesia terbaik sepanjang masa. Angin Malam, Baju Pengantin, Serasa, Khayalku, Pelangi, Angin Malam, Merpati Putih, Badai Pasti Berlalu, pokoknya semua lagu yg ada di album ini sangat luar biasa. Tidak ada satupun yg membosankan. Bahkan setelah filmnya di-remake sekaligus album soundtracknya pada tahun 2007, hasilnya tetap luar biasa. Ari Lasso, Andy /rif, Astrid, dan kawan2 gw rasa sukses membawa kejayaan dan kemegahan album ini. Angkat gelas untuk Badai Pasti Berlalu.. Khusus untuk album musiknya, ini adalah remake kedua kalinya setelah (alm) Chrisye meremake album ini pada tahun 90an. Remake ini juga yg membuat gw penasaran dengan versi aslinya dan kemudian berburu albumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Nominasi lain: My Diary &#8211; Mocca, Titik Cerah &#8211; Naif, Andai Aku Besar Nanti &#8211; Sherina, MK II &#8211; Puppen, 3/4 &#8211; Gigi, OST Alexandria &#8211; Peterpan, IndieVduality &#8211; PAS, Radja &#8211; /rif</strong><br />
Itulah review gw sebagai penikmat musik pemirsa, bila ada tanggapan atau pendapat lain, dipersilakan..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=312</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I Love The Way You Lie</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=281</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=281#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2014 10:27:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[These Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tahukan anda, mengapa sampai hari ini banyak sekali kebohongan2 dimana2? Sebabnya hanya satu. Karena manusia tidak ada yg suka dibohongi..&#8221; Pemirsa Blog yg Budiman.. Bertepatan dengan tanggal 1 April, yg diyakini adalah hari dimana kita boleh ngerjain orang -termasuk berbohong- tanpa khawatir akan mendapat resiko kemarahan korban, gw pengen menulis sesuatu yg akhir2 ini sering [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/liar.jpg"><img class="aligncenter wp-image-282 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/liar-300x225.jpg" alt="Liar" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Tahukan anda, mengapa sampai hari ini banyak sekali kebohongan2 dimana2? Sebabnya hanya satu. Karena manusia tidak ada yg suka dibohongi..&#8221;</em></p>
<p>Pemirsa Blog yg Budiman..</p>
<p>Bertepatan dengan tanggal 1 April, yg diyakini adalah hari dimana kita boleh ngerjain orang -termasuk berbohong- tanpa khawatir akan mendapat resiko kemarahan korban, gw pengen menulis sesuatu yg akhir2 ini sering gw jumpai. Yaitu kebohongan. Gerah juga lama2 melihat kebohongan dimana2. Apalagi sekarang masa kampanye pemilu legislatif. Masa dimana disetiap sudut negara ini yg kita jumpai hanya ada 2, kalau tidak kebohongan, ya omong kosong. Gw lihat ini dimana2. Terutama di dalam hidup gw. Yg bikin nyesek adalah ini dilakukan orang yg dekat bagi gw sendiri.</p>
<p><span id="more-281"></span>Berbohong adalah dosa. Dosa berarti terancam masuk ke neraka. Begitulah yg selama ini diajarkan orang tua, guru, dan semua orang di dunia ini. Namun sepertinya hal itu percuma. Mungkin tidak ada yg pernah menyadari seberapa sering kita berbohong setiap harinya. Apakah kita tidak takut neraka? Tentu saja takut. Lalu kenapa kebohongan selalu dilakukan?</p>
<p>Orang-orang berbohong untuk membela diri, mempertahankan eksistensinya, menghindari dampak yang lebih besar, dan alasan lainnya yang semata-mata untuk kepentingan pribadinya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bohong adalah tidak sesuai dengan hal (keadaan dsb) yang sebenarnya.  Bohong tidak hanya melalui perkataan dan tindakan, bahkan pikiran dan perasaan pun bisa berbohong. Konteks bohong pun tidak hanya kepada orang lain saja, bahkan sering kita dengar istilah membohongi diri sendiri.</p>
<p>Kemudian ada juga bohong putih. Apakah itu bohong putih? Kata orang sih bohong putih itu berbohong untuk kebaikan. Untuk menghindari kerusakan yg lebih besar jika berkata jujur, maka dari itu orang lebih memilih untuk berbohong.</p>
<p>Demi menghindari dampak negatif yang lebih besar. Tapi haruskah kita berbohong? Apakah dengan bohong putih tidak akan menimbulkan dampak berkelanjutan yang dapat menimbulkan dampak yang lebih besar lagi dari ‘cari aman’ dalam bohong putih itu sendiri? Demi menyenangkan perasaan orang lain? Menyenangkan dengan membohongi? Apakah orang yang dibohongi akan menjadi senang kalau ternyata yang menyenangkan hatinya adalah sebuah kebohongan?Akankah hitam berdamai dengan putih dan menjadikannya abu-abu? Atau haruskah putih menjadi bungkus dalam hitamnya kebohongan? Terlepas dari dosa atau tidak dan alasan penghalalan bohong putih untuk kebaikan, yang jelas bohong untuk apapun itu alasannya merupakan sebuah kebohongan. Entah itu tujuan dan maksud yang ada didalamnya. Bohong adalah bohong.</p>
<p>Gw sendiri punya prinsip yg cukup aneh menurut kebanyakan orang. Gw mau dibohongi. Gw rela dibohongi. Gw maafkan si pembohong bahkan sesaat sebelum dia berbohong, gw sudah maafkan dia. Gw doakan agar Tuhan tidak meluncurkan dosa kepadanya. Gw doakan agar ancaman neraka dijauhkan darinya. Ya, silakan berbohong. Baik itu bohong putih atau bohong hitam. Syaratnya hanya satu. Jangan sampai gw tau sampai gw mati. Karena jika gw tau sebelum gw mati, gw pasti akan marah dan akan membuat perhitungan. Bahkan jika masalah itu sudah lama sekali pun.</p>
<p>Ya, syaratnya hanya itu. Tolong jaga kebohongan itu sampai gw mati. Bukan sampai si pembohong mati. Karena jika si pembohong sudah mati duluan daripada gw, dan suatu hari nanti gw tau gw udah dibohongi, gw tetap akan marah kepada si pembohong yg sudah mati itu. Marah kepada orang mati? Why not?</p>
<p>Mungkin terdengar sederhana. Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Terlalu banyak yg gagal berbohong sama gw.</p>
<p>Sebentar. Gw hanya bilang &#8220;banyak&#8221;. Gw ga bilang &#8220;lebih banyak yg gagal daripada yg berhasil&#8221; ya. Gw ga tau yg berhasil membohongi gw tanpa ketauan sampai hari ini berapa orang. Bisa jadi lebih banyak daripada yg gagal. Tapi secara jumlah, yg gagal membohongi gw, udah terlalu banyak. Padahal syarat yg gw minta hanya satu itu. Ga lebih.</p>
<p>Daripada harus bohong, gw lebih menghargai jawaban &#8220;maaf itu rahasia&#8221;, atau &#8220;maaf gw ga bisa bilang&#8221;. Itu lebih bisa gw terima daripada orang lain harus berusaha mengarang indah yg ternyata hanya akan menjadi karangan sampah bagi gw saat gw tau sebenarnya.</p>
<p>Pemirsa, tahukan anda, mengapa sampai hari ini banyak sekali kebohongan2 dimana2? Sebabnya hanya satu. Karena manusia tidak ada yg suka dibohongi. Lalu bagaimana supaya tidak ada lagi kebohongan di dunia ini? Mudah. <span style="text-decoration: underline;">Semua orang jangan merasa tidak suka dibohongi. Tapi semua orang harus punya perasaan tidak suka membohongi..</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>NB: untukmu. aku tau kamu bohong..</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=281</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Belas Hari Lagi April</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=301</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=301#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2014 12:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[These Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa kau membantingku? Padahal aku adalah kaca. Pecahanku bisa melukaimu. Tapi terlambat. Sudah berkeping-keping. Aku tak tau apakah kamu terluka atau tidak. Kamu bilang kamu terluka. Tapi aku tidak melihat goresan apapun. Dan juga aku terlalu sibuk mengumpulkan kepingan-kepingan tubuh ku sendiri. Siang itu terik nya matahari membuatku lupa untuk berfikir jernih. Aku, lupa bahwa [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/April.jpg"><img class=" size-medium wp-image-302 aligncenter" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/April-300x200.jpg" alt="April" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Mengapa kau membantingku? Padahal aku adalah kaca. Pecahanku bisa melukaimu. Tapi terlambat. Sudah berkeping-keping. Aku tak tau apakah kamu terluka atau tidak. Kamu bilang kamu terluka. Tapi aku tidak melihat goresan apapun. Dan juga aku terlalu sibuk mengumpulkan kepingan-kepingan tubuh ku sendiri. Siang itu terik nya matahari membuatku lupa untuk berfikir jernih. Aku, lupa bahwa lima belas hari lagi April. Ingatkah kamu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=301</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Marah</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=265</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=265#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2014 02:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[These Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Diri yg sedang marah adalah diri yg sedang kalah melawan realitas yg dihadapi. Marah adalah reaksi saat diri kehilangan ketegasan dan ketenangan saat menghadapi hidup&#8230;&#8221; &#160; Pemirsa Blog yg Budiman Foto di atas adalah foto salah satu halaman sebuah buku yg gw ambil gambarnya. Saat itu gw sedang marah. Suntuk berat. Kemudian gw jalan2 ke [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/marah.jpe"><img class="aligncenter wp-image-266 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2014/04/marah-300x300.jpe" alt="marah" width="300" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Diri yg sedang marah adalah diri yg sedang kalah melawan realitas yg dihadapi. Marah adalah reaksi saat diri kehilangan ketegasan dan ketenangan saat menghadapi hidup&#8230;&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemirsa Blog yg Budiman</p>
<p>Foto di atas adalah foto salah satu halaman sebuah buku yg gw ambil gambarnya. Saat itu gw sedang marah. Suntuk berat. Kemudian gw jalan2 ke pusat perbelanjaan dan masuk ke sebuah toko buku. Berharap ada buku menarik yg bisa mengalihkan rasa ini. Tiba2 tumpukan buku tersebut ada tepat di hadapan gw di depan pintu masuk. Entah kenapa seolah2 Tuhan tau gw sedang marah. Ralat. Tuhan memang tau. Pasti tau.</p>
<p>Marah itu sangat mudah. Tidak perlu belajar, apalagi kursus atau sekolah. Tidak perlu keahlian khusus untuk marah. Bahkan bayi pun bisa marah. Hewan pun bisa marah. Singkatnya, semua yg bernyawa bisa marah. Marah adalah sesuatu yang wajar. Diri yg sedang marah adalah diri yg sedang kalah melawan realitas yg dihadapi. Marah adalah reaksi saat diri kehilangan ketegasan dan ketenangan saat menghadapi hidup.</p>
<p><span id="more-265"></span>Perlu latihan seumur hidup untuk mengatasi rasa marah dengan baik dan benar.</p>
<p>Saat diri sedang marah, biasanya orang akan sulit berkonsentrasi dalam bekerja, belajar, atau pun melakukan kegiatan lain. Marah mencegah kita untuk berpikir jernih. Emosi marah akan menanggapi segala sesuatu dengan pikiran ego, sehingga berpotensi memperumit persoalan dan membuat situasi menjadi lebih buruk.</p>
<p>Menanggapi rasa marah dengan meledak2 bukan lah suatu tindakann yg baik. Akan memperkeruh suasana. Menyimpan rapat2 rasa marah dalam2 juga bukan tindakan yg tepat. Jika dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan penyakit psikologi, yang tentu saja akan mempengaruhi kesehatan fisik.</p>
<p>Lalu bagaimana cara menghadapi rasa marah dengan tepat?</p>
<p>Jangan tanya gw. Gw juga ga tau. Selama ini gw bisa dibilang selalu gagal. Gw ga pernah bisa mengambil sikap ditengah2 antara bersikap reaktif emosional ataupun memendam dalam2 rasa marah ini. Yg gw tau, gw ga pernah boleh mengambil keputusan apapun saat gw marah. Apalagi keputusan yg sifatnya permanen. Karena marah adalah sesuatu yg sifatnya sementara. Tidak ada orang yg sanggup marah-marah dalam jangka waktu yg lama. Jangan pernah mengambil keputusan yg sifatnya permanen ketika sedang merasakan sesuatu yg sifatnya sementara.</p>
<p>Benar Pemirsa.. gw sedang marah.<em>.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=265</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahap-Tahap Patah Hati</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=251</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=251#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2014 03:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[These Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa Blog yg Budiman.. Boleh lah sekali-sekali posting galau kaya gini. Kami selaku redaksi blog ini minta maaf jika membawa cuaca mendung di hati anda semua gara-gara postingan ini.. Postingan ini ditulis saat kami sedang galau pemirsa. Tapi bukan berarti ini cerita based on trues story kisah kami yah. Cuma berusaha memfasilitasi perasaan pemirsa saja, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://deadmansbones.files.wordpress.com/2010/06/20060408rainonwindow.jpg" width="350" height="262" /></p>
<p>Pemirsa Blog yg Budiman..</p>
<p>Boleh lah sekali-sekali posting galau kaya gini. Kami selaku redaksi blog ini minta maaf jika membawa cuaca mendung di hati anda semua gara-gara postingan ini.. Postingan ini ditulis saat kami sedang galau pemirsa. Tapi bukan berarti ini cerita based on trues story kisah kami yah. Cuma berusaha memfasilitasi perasaan pemirsa saja, yg kami yakin ada lah yg mengalami kaya gini. Hehe</p>
<p><span id="more-251"></span></p>
<p>Baiklah pemirsa silakan meneruskan membaca sambil mendengarkan lagu ini biar sedikit lebih afdol..</p>
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/69422276&amp;color=ff5500&amp;auto_play=false&amp;hide_related=false&amp;show_artwork=true" height="166" width="100%" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<p>Baiklah&#8230;</p>
<p>Ini adalah hari dimana kamu merasa seharusnya semua baik2 saja. tapi ternyata tidak. hari ini tidak baik2 saja. sama seperti kemarin, dan kemarin nya lagi. kamu tau ada yg tidak biasa dengan hubungan kamu dengan dia beberapa hari belakangan. semua terasa berbeda. dalam artian buruk. tapi kamu tidak tau harus berbuat apa. bisa jadi karena kamu gengsi untuk bilang. atau bahkan terlalu takut karena tidak ingin semua nya semakin bertambah buruk.</p>
<p>Semua orang pernah mengalami nya. Tak mengapa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://www.daviderasmus.com/wp-content/uploads/2011/11/Causes_of_fatigue_a_man_very_tired_and_in_bed_he_is_checking_cell_phone.jpeg" width="351" height="238" /></p>
<p>Kamu mengecek ponsel, berharap ada notifikasi. Apapun. Dari dia. SMS, missed call, BBM, Whats App, Mention, apapun itu. Ternyata tidak ada apapun. Satu pun. Dan 30 menit kemudian, kamu kembali mengecek ponsel. Hasilnya masih sama. Nihil. Dan begitu seterusnya. kamu berusaha membalas perlakuannya. Berusaha menghilang, berharap dia akan merasa kehilangan dan menghubungi kamu. 10 menit, 30 menit, 45 menit, akhirnya berlalu satu jam. Tapi ternyata salah, ini bahkan belum 10 menit. Mendadak semua berjalan lambat.</p>
<p>Intuisi kamu mulai kamu mengatakan, dia sedang bersama orang lain, dia sudah benar2 &#8216;pergi&#8217;, atau apapun itu. kamu mulai mengecek semua nya. Status2nya di twitter, status2 BBM nya, kapan terakhir online, dan sebagainya. Hal-hal yg biasanya tidak pernah kamu pedulikan. Mendadak kamu menemukan seribu satu jalan menuju patah hati..</p>
<p>Detak jantung tiba2 berdegup lebih kencang dan makin kencang. kamu berharap tidak menemukan apapun yg berarti. kamu berharap dia saat ini sedang sibuk, benar2 sibuk. Ini adalah fase pertama. FASE DENIAL (penyangkalan kenyataan)</p>
<p>Tapi ternyata salah. Semua aktifitasnya seperti biasanya. Dia seperti bukan orang yg sedang kehilangan kamu. Detak jantung yg tadi berdegup sedemikian kencang nya, sekarang mendadak seolah berhenti. kamu menemukan satu.. Dua.. Tiga.. Dan banyak lagi mention dari orang yg sama. Dan yg paling parah, dia membalas semua itu. Tangan kamu mulai dingin. Menjalar perlahan menuju kaki. Ada rasa sakit dan marah yg menggedor dari dalam. kamu mulai memilih lagu yg kamu pikir bisa menenangkan pikiran kamu sendiri. Sayangnya, biasanya itu adalah lagu2 yg sedih. Hati mu terluka semakin parah.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://s3.amazonaws.com/rapgenius/Sad-Clown.jpg" width="351" height="231" /></p>
<p>Seperti sudah bisa ditebak, perasaan itu bukan nya pergi, tapi justru semakin menggantung seperti awan mendung. Semua mendadak menjadi kabur. kamu kehilangan konsentrasi untuk melakukan apapun. Tapi kamu tetap berusaha tenang. kamu berusaha untuk tidak terkalahkan. Walaupun dalam hati, kamu tau, kamu kalah. Dan dalam waktu dekat, kamu akan kehilangan dia.</p>
<p>Jangan dilawan. Jangan melawan semua perasaan yg kamu rasakan. Rasakan saja. Take your time. Ini adalah fase kedua, FASE ANGER (kemarahan).</p>
<p>Mendadak malam ini tidur menjadi sesuatu yg sangat sulit dilakukan. Setiap kali kamu memejamkan mata, hanya ada dia dan dia. kamu berharap malam ini sudah akan berlalu sebentar lagi. Tapi lagi2 kamu salah, Ini bahkan belum tengah malam. Malam ini akan menjadi malam terpanjang dalam hidupmu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://www.thirdi.org/~dc/images/long_night.jpg" width="350" height="287" /></p>
<p>Aktifitas stalking masih kamu lanjutkan. Dan rasanya semua makin sakit ketika kamu tau dari twitternya, bahwa sudah selarut ini dia bahkan belum pulang. Masih menghabiskan waktu di luar sana. Entah dengan siapa. Walaupun kamu sebenarnya sudah bisa menebak2nya. Dan kamu tau persis, memang itu yg terjadi. Tapi kamu berusaha mnghibur diri bahwa itu tidak benar. Tapi usahamu gagal. Tidak ada satu hal pun yg bisa menghibur diri mu.</p>
<p>Malam berlalu. Kamu akhirnya memutuskan untuk menemui nya dan mengajaknya berbicara, bertanya, walau kamu tau akan seperti apa jawaban nya, dan dalam hati kamu berharap jawabannya tidak seperti itu. Dalam hati kamu yg terdalam, kamu berharap dia akan meyakinkan kamu bahwa semua perasaan dan dugaan kamu salah. Lagi2 tidak. Semua jawaban ternyata justru mengkonfirmasi semua kecurigaan kamu. Dan kamu sadar, bahwa sebenarnya kamu ga pernah siap mendengar jawaban sebenarnya. Betul, kamu tidak akan pernah siap.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://healheartbreak.com/wp-content/uploads/2011/10/couple-breakup.jpg" width="351" height="296" /></p>
<p>Kamu diam sejenak.</p>
<p>Dia akhirnya mengakhiri hubungan ini. Saat itu semua terasa plong. Walaupun kamu tau, itu hanya sesaat. Ujian sesungguhnya baru akan terjadi setelah ini.</p>
<p>Setelah kejadian itu, setiap pagi kamu masih mengecek ponsel kamu, berharap ada ucapan selamat pagi lagi. Permintaan maaf dari nya, atau apapun itu. Lagi2 kamu salah. Nihil. Ponsel kamu mendadak seperti ponsel mati, tidak ada aktifitas seperti biasanya yg penuh pesan2 dari dia. Kursi di sebelah kursi pengemudi mobil kamu mendadak kosong. kamu bahkan masih ingat betul pembicaraan terakhir kalian di kursi itu. Setiap sudut kota menjadi musuh terbesar mu. Semua sudut yg kamu lihat dan lewati seakan ada projektor yg sedang menyorotkan film tentang kejadian2 yg pernah kalian lakukan di sana.</p>
<p>Singkatnya, kamu rindu dia. Rindu sekali.</p>
<p>Kemudian kamu mulai memikirkan penawaran demi penawaran untuknya. Kamu mulai berpikir kamu akan datang kepadanya dan berjanji tidak akan mengulangi semua kesalahan kamu dan kebiasaan kebiasaan kamu. Kamu akan menawarkan apakah dia berminat memegang kendali hubungan. Kamu akan menawarkan apapun yg kamu punya untuk dia. Asalkan dia bersedia kembali ke pelukanmu. Ini adalah fase ketiga. FASE BARGAINING (tawar-menawar). Jangan lakukan itu. Tawaran2 itu datang dari perasaanmu. Bukan logikamu. Pada fase ini hanya logika yg boleh kamu dengarkan. Pada tahap ini kamu sebenarnya sadar bahwa itu semua tidak akan berhasil. Tapi memang kenyataan ini rasanya terlalu berat untuk dihadapi. Tidak apa2. Memang berat. Ingat bahwa kamu sudah memenangkan logika kamu. Kamu sudah di track yg benar.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-j4hlFP43xvY/URyetq8szNI/AAAAAAAARZc/fCkNG8oAEIA/s1600/man.jpg" width="351" height="348" /></p>
<p>Berikutnya kamu akan masuk ke FASE DEPRESSION (depresi). Kamu mulai berlama2 berdiri di bawah shower kamar mandi. Kamu mulai banyak melamun. Semua makanan akan terasa pahit di lidahmu. Bahkan kamu mungkin mulai merokok. Satu hal yg sebelumnya tidak pernah kamu lakukan. Kamu akan mulai bertanya2 &#8220;Kalau aku bukan untuk dia, kenapa aku dipertemukan dengan dia?&#8221; Mungkin jawabannya tidak akan kamu temukan sekarang, tapi nanti. Atau mungkin tidak akan pernah. Tidak mengapa. Itu tidak penting. Kamu mulai berpikir untuk memasukkan orang lain ke dalam hidupmu untuk menggantikan dia. Jangan. Karena hanya akan menghasilkan luka baru. Nikmati saja fase ini.</p>
<p>Berikutnya kamu akan masuk FASE ACCEPTANCE (penerimaan). Fase dimana kamu mulai bisa tersenyum. Kamu mulai menghabiskan makanan favoritmu. Kamu mulai jalan bersama teman2 kamu yg sudah lama tidak kamu sapa. Kapan? Mungkin segera. Mungkin masih lama. Tergantung pengalaman kamu selama ini. Semakin banyak kamu mengalami patah hati, makin cepat kamu meraih fase ini. Ingat bahwa luka yg kamu rasakan akan menempa diri kamu supaya lebih kuat. Termasuk luka yg sekarang. Ini tidak sia2. Ini akan menjadi modal supaya kamu lebih kuat besok. Tapi jangan buru2. Semua tergantung waktu. Hanya waktu yg bisa mengobati semuanya. Mungkin kamu masih sedikit2 akan bolak-balik meyakinkan diri bahwa ini memang sudah berakhir dan kita harus move on, tapi kita tahu bahwa kita sudah berada di jalan yang benar. Deal with it.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://i586.photobucket.com/albums/ss310/Annalise28/Gifs/KlaineSadSmile.gif" width="351" height="162" /></p>
<p>Dan di saat kamu sudah melalui kelima fase tersebut, berbangga lah. Ucapkan selamat pada dirimu sendiri. Kamu adalah orang yg lebih kuat sekarang. Dan seseorang yg lebih baik di ujung jalan sana sudah menantimu.</p>
<p>The End</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=251</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah Metode #mereka</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=213</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=213#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2013 03:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[I'm a Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Talks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa Blog yg budiman.. Setelah lama hiatus, sekarang mulai pengen nulis lagi. So, gw nulis dah. Tapi kali ini masih belum ngisi lagi nyawa nya. Jadi copy-paste tulisan orang dulu ya. Maaf kalo ga menyertakan sumber. Udah lupa dapat darimana. Soalnya waktu itu cuma copy-paste buru2 ke notepad. Tulisan ini mengajak kita semua melihat secara [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/?attachment_id=216" rel="attachment wp-att-216"><img class="aligncenter wp-image-216 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/timthumb.php_-300x198.jpg" alt="timthumb.php" width="300" height="198" /></a></p>
<p>Pemirsa Blog yg budiman..</p>
<p>Setelah lama hiatus, sekarang mulai pengen nulis lagi. So, gw nulis dah. Tapi kali ini masih belum ngisi lagi nyawa nya. Jadi copy-paste tulisan orang dulu ya. Maaf kalo ga menyertakan sumber. Udah lupa dapat darimana. Soalnya waktu itu cuma copy-paste buru2 ke notepad. Tulisan ini mengajak kita semua melihat secara global, bagaimana dan mengapa suatu nilai bisa bergeser dari dosa, lambat laun dianggap tidak dosa, mengapa sesuatu yg benar lambat laun bergeser menjadi salah (dan sebaliknya). Inilah metode yang mereka, musuh2 Islam, lakukan. Musuh2 Islam seperti kamu Yahudi, kamu liberal, sampai <a title="JIL" href="http://islamlib.com/" target="_blank">Jaringan Islam Liberal (JIL)</a> kalau di dalam negeri. Inilah metode #mereka. Credit to original writer.</p>
<p><span id="more-213"></span></p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px;"><em>☆ Beginilah Mereka Menghancurkan Akhlaq Kita ☆</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/bugur.jpg"><img class="aligncenter wp-image-230 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/bugur-300x257.jpg" alt="bugur" width="300" height="257" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>☆。★。☆。★</em><br />
<em> Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam</em><br />
<em> pendidikan Syari&#8217;at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata,</em><br />
<em> &#8220;Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah &#8220;Kapur!&#8221;,</em><br />
<em> jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah &#8220;Penghapus!&#8221;</em><br />
<em> Murid muridnya pun mengerti dan</em><br />
<em> mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata,</em><br />
<em> &#8220;Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah &#8221;Penghapus!&#8221;,</em><br />
<em> jika saya angkat penghapus, maka katakanlah &#8220;Kapur!&#8221;.</em><br />
<em> Dan permainan diulang kembali.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/chalk.jpg"><img class="aligncenter wp-image-232 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/chalk-300x205.jpg" alt="chalk" width="300" height="205" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat</em><br />
<em> laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil</em><br />
<em> itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal</em><br />
<em> itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.&#8221;</em><br />
<em> &#8220;Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi</em><br />
<em> suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain.</em><br />
<em> Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?&#8221; tanya Guru kepada murid-muridnya. &#8221;Paham Bu Guru&#8221;</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Baik permainan kedua,&#8221; Ibu Guru melanjutkan. &#8220;Bu Guru ada Qur&#8217;an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah</em><br />
<em> karpet. Quran itu &#8220;dijaga&#8221; sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet.</em><br />
<em> Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/Koran.jpg"><img class="aligncenter wp-image-234 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/Koran-300x224.jpg" alt="Koran" width="300" height="224" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur&#8217;an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?&#8221; Murid-muridnya berpikir.</em><br />
<em> Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur&#8217;an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu</em><br />
<em> kalian akan menolaknya mentah-mentah.</em><br />
<em> Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.</em><br />
<em> Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.</em><br />
<em> Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan…&#8221;</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan,</em><br />
<em> tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian.</em><br />
<em> Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari&#8217;at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan.&#8221;</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?&#8221; tanya mereka.</em><br />
<em> Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak</em><br />
<em> terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan</em><br />
<em> mari kita berdo&#8217;a dahulu sebelum pulang…&#8221;</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/Sun.jpg"><img class="aligncenter wp-image-236 size-medium" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2013/02/Sun-300x200.jpg" alt="Sun" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya. Ini semua adalah fenomena Ghazwu lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam.</em><br />
<em> Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya:</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain</em><br />
<em> menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu.&#8221;(QS. At Taubah :32).</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat</em><br />
<em> umumnya, khususnya generasi muda Muslim.</em><br />
<em> Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas</em><br />
<em> media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Begitulah sikap musuh-musuh Islam. Lalu, bagaimana sikap kita…???</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat diamalkan.</em><br />
<em> Silahkan TAG / SHARE.</em><br />
<em> Bagikan juga untuk teman kita.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>☆ Semoga Bermanfaat ☆</em></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Silakan dicopas.. Ga perlu cantumkan blog ini sebagai sumber, karena memang bukan blog ini sumber awalnya. Kalau kebetulan nemuin penulis awalnya, silakan cantumkan, dan mohon comment dibawah ya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=213</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaga Ga Kuat</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=196</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=196#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 May 2012 12:43:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[I'm a Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[These Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa Blog yg Budiman.. Belakangan, di negeri ini ramai sekali dibicarakan, sesosok manusia ganjil yg tidak punya sumbangsih apapun terhadap negeri ini. Namanya Lady Gaga. Rencana konser nya di Indonesia yg sudah matang dan tinggal geber langsung berantakan. Sejumlah ormas Islam mengancam menghentikan konser tersebut dengan paksa jika promotor masih nekad menyelenggarakannya. Ga ketinggalan Departemen [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/FPI-Gaga.jpg"><img class="aligncenter wp-image-198 size-medium" title="FPI-Gaga" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/FPI-Gaga-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Pemirsa Blog yg Budiman..</p>
<p>Belakangan, di negeri ini ramai sekali dibicarakan, sesosok manusia ganjil yg tidak punya sumbangsih apapun terhadap negeri ini. Namanya Lady Gaga. Rencana konser nya di Indonesia yg sudah matang dan tinggal geber langsung berantakan. Sejumlah ormas Islam mengancam menghentikan konser tersebut dengan paksa jika promotor masih nekad menyelenggarakannya. Ga ketinggalan Departemen Agama dan Majelis Ulama Indonesia pun ikut menolak. Bahkan girl band Seven Icon pun jauh2 hari sudah menyatakan tidak kuat membayar mahalnya tiket konser tersebut. Tercermin dari lirik lagu mereka.. &#8220;Gaga ga kuat.. Gaga ga kuat..&#8221;</p>
<p>Banyak kalangan berpendapat, lebih baik bubarkan saja kumpulan orang di Gedung DPR itu, korupsi mereka jauh lebih berbahaya daripada Lady Gaga. Benarkah demikian? Mari kita lihat.</p>
<p><span id="more-196"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/JambanDPR.jpg"><img class="aligncenter wp-image-199 size-medium" title="JambanDPR" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/JambanDPR-300x183.jpg" alt="" width="300" height="183" /></a></p>
<p>Benar, korupsi mereka lebih parah di banding tarian2 Lady Gaga. Tapi kalau memang Gaga tidak lebih parah, apa iya lantas penampilan dan tarian2 Gaga jadi pantas dan bisa dianggap sopan? Kita sering terjebak dengan jebakan yg ini. Kalau ada suatu kesalahan yg kita permasalahkan, tetapi ternyata ada kesalahan lain yg lebih parah yg kita tidak permasalahkan, maka kesalahan yg tidak lebih parah itu bisa diabaikan. Atau karena ada satu kesalahan berat yg dibiarkan, maka kesalahan2 lain yg lebih ringan bisa diabaikan dulu.</p>
<p>Logika macam apa ini? Sesuatu hal yg salah ya salah. Sesuatu hal yg dilarang ya dilarang. Tidak ada yg relatif.</p>
<p>Oke lah memang korupsi lebih parah daripada tarian2 Gaga. Dan ormas2 itu semua kebanyakan diam terhadap korupsi yg merajalela. Apa benar mereka benar2 diam? Mungkin saja ada suatu rencana matang untuk menghentikan korupsi2 itu. Mungkin saja mereka sudah bergerak, tapi tidak pernah diliput media. Mungkin saja korupsi2 itu benar2 sudah suatu perkara yg sangat pelik sehingga mreka hanya bisa meluruskan kesalahan2 yg selevel Lady Gaga. Berprasangka baik lah.</p>
<p>Sekali lagi, logika seperti itu gw anggap sampah.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/MUI.jpg"><img class="aligncenter wp-image-201 size-medium" title="MUI" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/MUI-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Ada lagi yg aneh.</p>
<p>&#8220;Lady Gaga terlalu kecil untuk direspons MUI,&#8221; <a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2012/05/05/322362/126/101/Pro-Kontra-Lady-Gaga-MUI-Terlibat-Terlalu-Jauh" target="_blank">kata pengamat sosial politik dari IAIN Sumut Ansari Yamamah</a>. MUI itu Majelis Ulama. Tempat kumpulnya orang2 yg hafal Al Quran, hafal Al Hadits, yg lebih paham daripada kita. Kalau mereka ada kesalahan dalam menafsirkan Al Quran atau Al Hadits ya wajarlah, jangan diolok2. Mereka aja bisa salah, apalagi kita yg ga hafal apa2? Dan mereka menetapkan hukum2 yg belum ada di Al Quran dan Al Hadits, mulai dari perkara sekecil2nya, sampai perkara besar seperti ibadah. Di Al Quran saja dibahas mengenai binatang, mengenai menyusui, mengenai jual beli, dan masih banyak lagi hal2 kecil yg dibahas di Al Quran. Di Al Hadits, bahkan dicatat Rasulullah masuk kamar mandi melangkah menggunakan kaki yg kanan atau yg kiri dulu! Masa iya MUI ga boleh merespon atau membicarakan hal2 kecil lain seperti Lady Gaga? &#8220;Jangan terlibat terlalu dalam. Nanti wibawa MUI bisa jatuh,&#8221; katanya lagi. Non Sense! Kalau MUI membicarakan Lady Gaga saja dianggap menjatuhkan Wibawa, maka kita sama saja menganggap wibawa Allah dan Rasulullah jatuh serendah2nya karena membicarakan hal2 yg jauh lebih kecil lagi.</p>
<p>&#8220;Artis dan tayangan televisi kita juga banyak yang mengajarkan pornografi. Lebih baik itu yang disoroti,&#8221; kata Ansari lagi. Ini kembali ke logika tadi diatas. Kalau artis kita yg mempertontonkan pornografi itu dibiarkan, maka Lady Gaga yg melakukan hal yg sama juga harus dibiarkan? Bukankah seharusnya semuanya harus dihentikan? Koq ini malah harus dibiarkan semua..</p>
<p>Sekali lagi pemirsa, mari kita hati2 terhadap kata2 &#8220;mendingan mana?&#8221;</p>
<p>Logika2 ini sering sekali digunakan oleh kaum liberal untuk menyesatkan kita. Pernah suatu hari saya dihadapkan pada suatu pertanyaan. Lebih baik mana? Berjilbab tapi hati nya jahat, atau tidak berjilbab tapi hatinya baik? Logika saya kontan menjawab lebih baik yg tidak berjilbab. Tapi logika itu diukur menggunakan otak. Sesuatu yg bisa dicerna otak disebut sesuatu yg logis. Berarti sesuatu yg logis itu hanya terbatas pada ukuran otak manusia saja. Sedangkan alam raya ini luasnya luar biasa. Masihkah kita mengandalkan logika semata?</p>
<p>Bonus biar seger pemirsa..</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/hijab.jpg"><img class="aligncenter wp-image-202 size-medium" title="Hijab" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/05/hijab-300x295.jpg" alt="" width="300" height="295" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=196</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Omong Kosong Wong Cilik</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=166</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=166#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 04:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Talks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa Blog Yang Budiman.. Pernah dengar istilah WONG CILIK? Wong atau Uwong dalam bahasa jawa berarti Orang atau Manusia. Cilik dalam bahasa jawa berarti Kecil. Jika diartikan dalam bahasa indonesia berarti Orang Kecil. Bukan, maksudnya bukan Daus Mini atau Ucok Baba. Tapi kecil artinya tidak punya pangkat kedudukan di masyarakat. Alias masyarakat biasa. Bahkan sebenarnya [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/wongcilik.jpg"><img class="aligncenter wp-image-171 size-medium" title="Cawapres Prabowo Subianto menyampaikan orasinya pada temu wicara bertema &quot;Bapak Prabowo Subianto Pembela Wong Cilik&quot;, di Pabrik Jamu PT Sido Muncul, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Senin (22/6)." src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/wongcilik-300x175.jpg" alt="" width="300" height="175" /></a></p>
<p>Pemirsa Blog Yang Budiman..</p>
<p>Pernah dengar istilah WONG CILIK? Wong atau Uwong dalam bahasa jawa berarti Orang atau Manusia. Cilik dalam bahasa jawa berarti Kecil. Jika diartikan dalam bahasa indonesia berarti Orang Kecil. Bukan, maksudnya bukan Daus Mini atau Ucok Baba. Tapi kecil artinya tidak punya pangkat kedudukan di masyarakat. Alias masyarakat biasa. Bahkan sebenarnya dibawah masyarakat biasa. Lebih susah lagi.</p>
<p>Banyak politikus di Indonesia menggunakan terminologi ini untuk menggambarkan rakyat jelata yang tidak bisa apa2 dan tidak punya apa2. Rakyat yang selalu ditindas oleh mereka yg punya kekuasaan. Rakyat yg dilupakan. Dan sebagainya.</p>
<p>Tapi benarkah wong cilik itu tidak bisa apa2? Mari kita lihat.</p>
<p><span id="more-166"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/kecelakaan1.jpg"><img class="aligncenter wp-image-182 size-medium" title="kecelakaan1" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/kecelakaan1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Saat terjadi kecelakaan di jalan raya. Antara sepeda dan mobil. Katakanlah yg salah sepeda nya. Siapa yg akan disalahkan? Jelas mobil. Gw yakin anda semua udah tau fenomena ini. Jika tidak mau disalahkan, siap2 saja dibakar massa. Disini jelas sekali bahwa wong cilik ga bisa salah di jalan raya. Yg benar dan yg salah semuanya sudah dibuat kasta-kasta. Urut2annya: Pejalan Kaki, Sepeda, Sepeda Motor, Mobil. Pejalan kaki tidak mungkin salah saat dia menabrakkan diri nya ke mobil yg sedang melaju kencang. Aneh memang, tapi itu lah Indonesia. Wong cilik yang menang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/ngetem.jpg"><img class="aligncenter wp-image-183 size-medium" title="ngetem" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/ngetem-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Saat polisi melihat mobil pribadi (yang jelas bukan punya wong cilik) berhenti atau parkir di bawah rambu2, tanpa ampun langsung ditindak. Ga pake peringatan apa2. Tapi apa yg terjadi ketika angkot (yang notabene disopiri oleh wong cilik, dan sebagai alat transportasi langganan wong cilik juga) ngetem sembarangan? Dijamin polisi diam. Klo pun bertindak, paling2 juga tidak tegas dan hanya berumur beberapa hari. Besok2 dibiarkan lagi. Wong cilik yg menang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/gusur.gif"><img class="alignnone wp-image-187 size-medium" title="gusur" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/gusur-300x199.gif" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Saat ada lahan kosong milik orang, wong cilik dengan seenaknya buka lapak disana. Mendirikan bangunan semi permanen, bahkan permanen. Kalau digusur, teriak2 minta keadilan. Setelah itu mereka mendapat uang ganti rugi supaya masalahnya cepat selesai. Lagi2 mereka dapat untung tanpa modal.</p>
<p>Dari beberapa contoh di atas, gw sih berkesimpulan sebenarnya wong cilik itu bukan pihak yg ditindas. Mereka jg melakukan kecurangan2 lain. Hanya saja beda skala dengan wong gede. Sebenarnya semua sama saja. Mau menang sendiri. Berbuat curang dengan skala nya masing2. Wong gede menindas hak orang lain. Mereka jg menindas. Wong gede lolos hukum, mereka jg lolos hukum. Tapi sekali lagi, dalam skalanya masing2.</p>
<p>Tapi sebenernya klo mau ditelaah, justru yg menderita itu bukan wong cilik atau pun wong gede. Tapi wong menengah. Seperti kalau dalam keluarga yg punya anak 3, yg anak kedua selalu menderita. Punya kuasa engga, dimanja jg engga. Seperti mobil pribadi masyarakat biasa yg kena tilang klo melanggar rambu. Tapi mobil pejabat ga kena karena punya kuasa. Dan mobil2 angkot ga kena jg karena mreka wong cilik (yang harus dikasihani)</p>
<p>Yah begitulah.. Selamat datang di Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=166</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Jurusan</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=129</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=129#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 04:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Talks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa Blog yg Budiman.. Kali ini gw akan membahas mengenai fenomena yg melanda banyak sekali mahasiswa di tanah air. Salah Jurusan. Bukan mengenai jurusan Kalideres atau jurusan Pulogadung. Tapi jurusan perkuliahan. Sebenarnya apa yg harus disiapkan calon mahasiswa sebelum masuk kuliah? Informasi? Nilai? Bagi gw yg pertama harus disiapkan adalah mengenal diri sendiri Bener harus [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/02/wrong-way-sign.jpg"><img class="aligncenter wp-image-136 size-medium" title="wrong-way-sign" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/02/wrong-way-sign-300x143.jpg" alt="" width="300" height="143" /></a></p>
<p>Pemirsa Blog yg Budiman..</p>
<p>Kali ini gw akan membahas mengenai fenomena yg melanda banyak sekali mahasiswa di tanah air. Salah Jurusan. Bukan mengenai jurusan Kalideres atau jurusan Pulogadung. Tapi jurusan perkuliahan.</p>
<p>Sebenarnya apa yg harus disiapkan calon mahasiswa sebelum masuk kuliah? Informasi? Nilai? Bagi gw yg pertama harus disiapkan adalah mengenal diri sendiri</p>
<p><span id="more-129"></span></p>
<p><strong>Bener harus kuliah?</strong><br />
Pertanyaan yg paling basic yg harus dijawab dulu oleh calon mahasiswa. Mau apa setelah kuliah? Kalau anda mau jadi dosen, ya memang harus kuliah. Harus sampai S2 malah. Tapi kalau anda hanya mau berwira usaha, untuk apa kuliah? Sia-sia waktu anda yg harusnya bisa digunakan untuk memulai usaha. Memang tidak selamanya begitu. Banyak wirausahawan yg memulai usahanya dari bangku kuliah. Tapi lebih banyak lagi wirausahawan yg justru baru mulai setelah lulus kuliah. Yg paling aman kalau anda mau berwirausaha, tidak perlu kuliah tapi bergaul lah dengan orang2 kuliahan. Hehe</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/knowyourself.jpg"><img class="aligncenter wp-image-160 size-medium" title="knowyourself" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/knowyourself-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p><strong>Kenali dirimu sendiri</strong><br />
Ini adalah hal kedua yg harus diperhatikan setelah anda memutuskan kuliah. Kenali diri anda sendiri. Apakah anda orang yg bisa memaksakan diri terjun ke dalam hal2 yg anda tidak sukai? Atau anda hanya bisa maksimal di hal2 yg anda sukai saja? Pertanyaan ini penting untuk dijawab untuk menentukan jurusan kuliah anda. Dan gw rasa sekolah mulai TK, SD, SMP, SMA, sepertinya sudah cukup untuk menjawab apakah anda bisa memaksakan diri di mata pelajaran &#8211; mata pelajaran yg tidak anda sukai.</p>
<p><strong>Anda bisa memaksakan diri</strong><br />
Pilih lah jurusan yg prospeknya luas dan cerah. Sesulit apapun hal2 yg harus anda pelajari di jurusan itu, kalau anda memang yakin bisa memaksakan diri mempelajarinya, HAJAR! Misalnya anda tidak suka Biologi, tapi kalau ternyata selama ini nilai mata pelajaran Biologi anda bagus, tidak ada salahnya anda nekat ambil Kedokteran Umum. Atau anda tidak suka pelajaran matematika, tapi anda bisa mendapat nilai diatas rata-rata untuk pelajaran Matematika, tidak ada salahnya memaksakan diri ambil jurusan Teknik Mesin atau Teknik Elektro. Insyaallah anda akan bisa bertahan sampai selesai. Tapi jangan lupa, selain kuliah, anda harus menyibukkan diri di bidang2 yang merupakan hobi anda. Misalnya anda hobi main musik, ga ada salahnya bikin band iseng2 biar tidak stress.</p>
<p><strong>Anda tidak bisa memaksakan diri</strong><br />
Jika anda tidak pernah bisa memaksakan diri, jangan memaksakan diri. Biaya kuliah itu mahal. Jangan disia-siakan dengan cara sembrono  memilih jurusan. Jika nilai anda selalu dibawah rata2 untuk pelajaran Biologi karena anda tidak suka Biologi, jangan pernah memaksakan diri masuk Kedokteran Umum. Atau nilai matematika anda selalu jelek karena anda tidak suka matematika, jangan sekali2 latah ambil jurusan Teknik Mesin atau Teknik Elektro. Hasilnya anda hanya akan menyerah di tengah jalan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/sylabus.png"><img class="aligncenter wp-image-157 size-medium" title="sylabus" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/04/sylabus-300x118.png" alt="" width="300" height="118" /></a></p>
<p><strong>Cek sylabus</strong><br />
Ini yg jarang calon mahasiswa cek. Cek sylabus jurusan yg anda minati. Sylabus atau nama-nama mata kuliah yg nanti akan anda pelajari dalam jurusan itu. Dari situ bisa ketahuan sebenarnya jurusan tersebut tentang apa. Kadang2 nama2 jurusan hari ini suka mirip-mirip walaupun ternyata isinya beda jauh. Siapa yg tidak bingung ketika menghadapi nama jurusan Teknik Komputer, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Manajemen Informatika, Manajemen Informatika, Sistem Informasi, dsb. Gw sendiri ga ngerti kenapa harus macem2 begitu. Satu hal lagi yg harus diperhatikan adalah: jurusan yg sama, beda universitas beda sylabus walaupun ga terlalu banyak beda nya.</p>
<p><strong>Jangan tergoda prospek jurusan</strong><br />
Banyak artikel2 di internet yg menyebutkan, lulusan jurusan A yg paling tinggi prospeknya, atau lulusan jurusan B, dsb. Jangan tergoda. Itu di luar negeri. Di Indonesia, kebanyakan bukan tergantung jurusan. Tapi tergantung perusahaan tempat anda bekerja. Terutama jika anda bekerja sebagai PNS atau bekerja di BUMN. Apapun jurusan anda, jika anda masuk di angkatan yg sama, dijamin gaji anda akan sama saja dengan teman satu angkatan. Di perusahaan luar negeri hal ini mungkin beda.</p>
<p><strong>Pilih jurusan, Universitas itu nomor dua</strong><br />
Jangan tergoda nama besar universitas semacam ITB, UGM, UI, atau yg lain. Lihat lowongan2 kerja di koran. Apakah ada lowongan yg menyebutkan &#8220;Urgently Required, lulusan ITB, sembarang jurusan&#8221;? Dijamin ga ada. Yg ada adalah &#8220;Urgently required, lulusan S1 jurusan Teknik Informatika, Bla bla bla&#8221;. Oleh karena itu, jangan sampai anda punya prinsip, jurusan apa pun yg penting universitas nya beken.</p>
<p><strong>Setelah itu</strong><br />
Setelah anda menentukan jurusan, jangan lupa tanyakan pada mereka yg sudah kuliah di jurusan dari beberapa universitas tentang suka duka nya. Apa plus minusnya. Tanyakan pada mereka tentang biaya, cara pembayarannya, tanyakan tentang dosen2nya, tanyakan tentang lab nya, tanyakan tentang sistem semester pendek, tanyakan tentang ulang-mengulang mata kuliahnya. Dan lain sebagainya.</p>
<p>OK Pemirsa Blog Yang Budiman. Sepertinya itu saja hal2 yang harus anda perhatikan sebelum kuliah. Agar tidak salah jurusan. Salah jurusan itu nyesek. <img src="http://ryananiestyo.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=129</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Twitter Fever</title>
		<link>http://ryananiestyo.com/?p=88</link>
		<comments>http://ryananiestyo.com/?p=88#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2012 05:31:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[ryan]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Techno Freak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.digitalboedaja.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Pemirsa blog yg budiman.. Akhir2 ini jejaring sosial Twitter sepertinya semakin naik daun. Hampir semua orang punya akun twitter. Semua hal selalu ditwitter kan. Seleb punya twitter. Pejabat punya twitter. Koran punya twitter. Acara tv punya twitter. Bahkan polisi pun punya twitter. Kalau semua punya twitter, lalu twitter punya apa?? Gw ngomong apa ini.. Dan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/02/tweet1.jpg"><img class="aligncenter wp-image-145 size-medium" title="tweet" src="http://blog.digitalboedaja.com/wp-content/uploads/2012/02/tweet1-300x231.jpg" alt="" width="300" height="231" /></a></p>
<p>Pemirsa blog yg budiman..</p>
<p>Akhir2 ini jejaring sosial <a href="http://www.twitter.com" target="_blank">Twitter</a> sepertinya semakin naik daun. Hampir semua orang punya akun twitter. Semua hal selalu ditwitter kan. Seleb punya twitter. Pejabat punya twitter. Koran punya twitter. Acara tv punya twitter. Bahkan polisi pun punya twitter. Kalau semua punya twitter, lalu twitter punya apa??</p>
<p>Gw ngomong apa ini..</p>
<p>Dan gw heran, kenapa twitter justru makin digemari. Padahal nyimpen foto-foto dalam galeri ga bisa. Search jg sangat terbatas hasilnya, paling beberapa hari kebelakang aja yg dapet. Ngomong panjang lebar jg ga bisa, cuma 140 karakter. Tapi ya itulah manusia, ga pernah puas. Dikasih dikit minta banyak. Dikasih banyak, bosen. Trus minta dikit lagi.</p>
<p>Keterbatasan yg dimiliki twitter ini sangat potensial menimbulkan kesalahan penggunaan. Entah sengaja dengan maksud cari perhatian, atau memang ga tau. Tapi yg jelas efeknya sama. Mengganggu.</p>
<p>OK berikut beberapa hal yg harus dihindari dan etika yg harus diperhatikan dalam bertwitter.</p>
<p><span id="more-88"></span></p>
<ol>
<li>Bedakan Quote/RT dengan Reply. Ini benar2 kesalahan yg sangat mendasar dalam bertwitter. Biasanya orang2 yg ga tau bedanya adalah orang2 yg baru mengenal twitter. Dan walaupun followers nya banyak, tapi lama kelamaan bakalan berkurang karena twitnya sangat mengganggu. Jika ada seseorang yg mention, dan jawabannya hanya perlu diketahui oleh dia, gunakan reply. Misalnya si A mention si B. Trus si B reply mention si A. Jika si C memfollow A &amp; B, maka twit bales2an tadi akan muncul di timeline si C. Tapi jika si C hanya memfollow salah satunya, maka twit tersebut tidak akan muncul di timeline si C. Apalagi klo si C ga follow si A atau B. Hehe.. Dan jika twit yg perlu kita reply tersebut cukup menarik sehingga semua followers kita perlu tau, gunakan Quote/RT. Bayangkan jika semua reply diganti pake RT. Timeline followers kita bakalan penuh dengan obrolan2 kita dengan orang yg mereka ga kenal. Apalagi klo isinya ga penting. Annoyed. Ibarat ngobrol di telepon tapi hand phone diload speaker dan pake toa di depan mulut. Dan kelakuan orang2 yg kaya gini ni lama2 udah kaya ketek badak aja. Ntar ceritanya gw lanjut dibawah.</li>
<li>Ga usah pake Twit Longer lah.. Gw dah bilang klo pake Twit Longer itu unskilled. Ga keren aja keliatannya. Twit kita bakalan kepotong dan di beberapa karakter terakhir akan digantikan dengan link ke twitlonger. Yg lebih gawat klo kita selalu pake RT dan pake Twit Longer. Pada saat balesan mention kita panjang, nama orang yg kita mention akan ada di bagian akhir twit kita, dan masuk ke dalam link Twit Longer. Jadi ga akan jadi mention. Yg kita mention klo ga mantengin TL bener-bener jg ga akan ngerti klo dimention.</li>
<li>Twitter adalah social media. Jangan membahas masalah pribadi terlalu sering disini. Sekali2 ga papa. Ga semua orang mau mengetahui kehidupan pribadi kita. Atau berantem di muka umum di twitter. Masih mending klo berantemnya pake reply. Klo pake RT lebih gawat lagi. Ibarat berantem sama orang tapi disiarkan live di tv.</li>
<li>Berpikir sebelum ngetwit. Jangan salah ngomong disini atau kita akan dicaci maki baik sama followers, maupun bukan followers. Baik sama orang yg kita kenal maupun yg ga kita kenal. Begitu kita salah ngomong, twit kita akan di retweet atau di RT sama orang lain. Dan semua followers nya akan membaca. Klo di retweet lagi, followers mereka jg akan baca semua. Dan siap2 aja dihujat beramai2.</li>
</ol>
<p>Dan gw serba salah klo ngadepin orang yg suka nya smua twit di RT. Pertama, kadang mereka klo udah dibilangin, masih tetep aja kaya gt, kecuali klo gw mention, baru mereka reply. Itu gunanya apaaaaa??? Di gw tetep rame kuyaaa&#8230;?!! Mau gw unfollow jg ga enak soalnya sodara, temen lah, dsb. Karena gw sumpek liat TL yg kaya gt, akhirnya gw beralih main <a href="http://www.facebook.com" target="_blank">Facebook</a>. Nah ini yg kedua. Ternyata orang2 itu menghubungkan twitternya dengan akun facebooknya. Jadi di halaman home facebook gw isinya dia semua. Karena tiap dia RT selalu jadi status baru di Facebooknya. Serba salah. Sedih.</p>
<p>Ya udah lah. Mungkin sekian dulu pemirsa. Gw juga masih belajar ngetwit, jadi mungkin masih banyak yg kurang2 dan salah2. Tapi sekali lagi, walaupun gw masih ngelakuin kesalahan, tapi paling tdk gw mengakui itu salah, dan gw berusaha memperbaikinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryananiestyo.com/?feed=rss2&#038;p=88</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
