Bebaskan
Monday, June 1st, 2009Berapa usiamu sekarang? 17? 18? Percayalah, saya pun pernah merasakan rasanya menjadi remaja seumuran itu. Saat2 dimana rumah menjadi seperti penjara. Saat2 dimana semua orang dewasa menjadi terdengar sok tau dan seperti tidak pernah muda. Saat2 dimana jalanan lebih membuatmu nyaman daripada kasur di kamarmu sendiri.
Kamu mulai mencoba menyalakan batangan tembakau sepanjang 9 cm yg biasa disebut rokok. Berteman akrab dengan gitar. Mengutip kata2 para musisi2 urakan yg mati overdosis atau mati bunuh diri. Menjadikan mereka seakan2 mereka musisi yg menjadikan WR Supratman atau Ludwig Van Bethoven seperti musisi kacangan. Dan semua itu justru membuatmu semakin dianggap makhluk aneh oleh orang tua dan keluarga. Kamu semakin merasa mereka musuh nomor satu yg mengekang kebebasanmu.
Di saat2 seperti itu biasanya dulu saya akan segera ada di barisan terdepan konser2 musisi rock. Saya bahkan tidak peduli mereka terkenal atau tidak. Saya tidak peduli mereka membawakan musik rock jenis apa. Heavy Metal? Trash Metal? Nu Metal? Hip Metal? Bahkan Punk atau Ska sudah cukup untuk saya. Yg penting berada disana membuat saya memiliki keluarga yg benar2 memahami saya. Mereka membuat saya berkeringat, babak belur bila harus slam dance dengan penonton lain, kehabisan napas, kaki terinjak2, dan berbagai macam siksaan lain. Tapi satu hal, mereka membuat saya bahagia. Mereka membuat saya tertawa lepas. Membuat saya mengumpat sampai tenggorokan tercekat dan suara habis. Membuat saya menghempaskan badan kesana kemari sampai saya tak punya tenaga lagi. (more…)
Posted in Ordinary Days | 14 Comments »







